Algoritma

Dalam sistem komputer, sebuah algoritma pada dasarnya adalah instansi dari logika ditulis dalam perangkat lunak oleh pengembang perangkat lunak supaya efektif untuk komputer yang “ditargetkan” untuk mesin tertentu untuk menghasilkan keluaran dari masukan yang diberikan (kemungkinan nul).

  1. Tipe data pada pascal
    1. INTEGER           : Bilangan bulat
    2. REAL                 : Bilangan cacah
    3. CHAR                : 1 karakter/huruf diapit tanda petik (‘ ‘)
    4. STRING             : karakter/huruf (maks 255) diapit tanda petik (‘ ‘)
    5. BOOLEAN          : bernilai benar (true) atau salah (false)
  1. Cara Penulisan

Algoritma bertipe Pseudocode maksudnya adalah tiruan atau imitasi dari kode bahasa pemograman. Pada dasarnya, pseudocode merupakan suatu bahasa yang memungkinkan programer untuk berfikir terhadap permasalahan yang harus dipecahkan tanpa harus memikirkan syntax dari bahasa pemograman yang tertentu. Jadi pseudocode digunakan untuk menganmbarkan logika urut-urutan dari perogram tanpa memandang bagaimana bahasa pemorogramannya.

Contoh :

Algoritma menghitung_luas_segitiga

deklarasi:

luas,alas,tinggi : integer

deskripsi

read (alas)

read (tinggi)

luas = alas * tinggi / 2

write (luas)

 

Contoh Penggunaan case pada algoritma

ProgramMenghidupkan_Lampu

Deklarasi :

A: integer

Algoritma :

Write (’Masukan Angka 0-7 :’)

Read (A)

Case  A  Of

1 : Write (‘Merah’)

2 : Write (‘Kuning’)

3 : Write (’ Hijau’)

4 : Write (’ Ungu’)

5 : Write (’Pink’)

6 : Write (’Orange’)

7 : Write (’Biru’)

0 : Write (’Lampu Off Semua’)

Otherwise

Write (’Angka yang anda masukan salah!’)

EndCase

 

Contoh penggunaan if pada algoritma

Algoritma Program_Menghidupkan_Lampu

Deklarasi

angka:integer

Deskripsi

read(angka)

if angka=1 then

write (’Lampu Merah’)

else

if  angka=2 then

write(’Lampu Kuning’)

else

if  angka=3 then

write(’Lampu Hijau’)

else

if angka=4 then

write(’Lampu Ungu’)

else

if angka=5 then

write(’Lampu Pink’)

else

if angka=6 then

write(’Lampu Orange’)

else

if angka=7 then

write(’Lampu Biru’)

else

if angka=0 then

write(’ Lampu Off Semua’)

else

write(’angka yang dimasukan salah’)

endif

endif

endif

endif

endif

endif

endif

endif

 

Contoh penggunaan pengulanagn (for to do, repeat until) pada algortitma

Algoritma Program pengulanan menentukan genap/ganjil dan Positif/negatif

(IN FXXXING WAY, WITHOUT FXXXING DIV AND FXXXING MOD)

Deskripsi

A : aray [1..10] of integer

I,B : integer

Deklarasi

write (‘masukan jumlah perulangan : ‘);

readln (B);

for I := 1 to B do

begin

write (‘masukan Angka ke- ‘, I , ‘ : ‘);

readln (A[I]);

end;

for I := 1 to B do

begin

if (A[I] > 0) then

begin

write (‘bilangan ke-’, I);

repeat

A[I] := A[I]-2;

until (A[I] <=0);

if (A[I] = 0) then

writeln (‘ adalah Positif Genap’)

else

writeln (‘ adalah Positif Ganjil’)

end

else if (A[I] <0 ) then

begin

write (‘bilangan ke-’, I);

repeat

A[I] := A[I] +2;

until (A[I] >= 0);

if (A[I] = 0 ) then

writeln (‘ adalah negatif genap’)

else

writeln (‘ adalah negatif ganjil’)

end

else writeln (‘Bilangan ke-’,i,’ adalah Nol’);

end;

readln;

end.

 

Source :

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *